Cerita Dewasa Ngentot sama Tante Girang, Ngebor Banget

Agenbola, bandar Judi, Judi Bola

cerita dewasa – ngentot sama tante sendiri
cerita dewasa – ngentot sama tante
sendiri, cerita ngentot dengan siapa saja
pasti membuat nafsu bertambah panas
apalagi kalau ngentot sama bibi sendiri
yang cantik dengan tubuh yang bohay,,,,
siapa yang dapat nolak. Untuk para
pembaca silahkan dinikmati kisah ngentot
dengan bibi sendiri tapi hanya sekedar
dibaca saja, jangan ditiru. Kasihan bibi
harus melayani nafsu keponakan sendiri.

Cerita Dewasa Ngentot sama Tante Girang, Ngebor Banget

Cerita Dewasa Ngentot sama Tante Girang, Ngebor Banget

Ngomong-ngomong ada yang dah pernah
ngentpt bibi sendiri belum ya? silahkan
kasih komentar dibawah deh, kalo sudah
pernah ngentot bibi sendiri.
Kulihat bibi tidur tidak berselimut,
karena biarpun kamar bibi memakai AC,
tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak
terlalu dingin. Posisi tidur bibi telentang
dan bibi hanya memakai baju daster
merah muda yang tipis. Dasternya sudah
terangkat sampai di atas perut, sehingga
terlihat CD mini yang dikenakannya
berwarna putih tipis, sehingga terlihat
belahan kemaluan bibi yang ditutupi
oleh rambut hitam halus kecoklat-
coklatan.
Buah dada bibi yang tidak terlalu besar
tapi padat itu terlihat samar-samar di
balik dasternya yang tipis, naik turun
dengan teratur.Walaupun dalam posisi
telentang, tapi buah dada bibi terlihat
mencuat ke atas dengan putingnya yang
coklat muda kecil.
Melihat pemandangan yang
menggairahkan itu aku benar-benar
terangsang hebat. Dengan cepat
kemaluanku langsung bereaksi menjadi
keras dan berdiri dengan gagahnya, siap
tempur.
Perlahan-lahan kuberjongkok di samping
tempat tidur dan tanganku secara hati-
hati kuletakkan dengan lembut pada
belahan kemaluan bibi yang mungil itu
yang masih ditutupi dengan CD.
Perlahan-lahan tanganku mulai
mengelus-elus kemaluan bibi dan juga
bagian paha atasnya yang benar-benar
licin putih mulus dan sangat
merangsang.
Terlihat bibi agak bergeliat dan
mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi
sedang mimpi, sedang becinta dengan
paman. Aku melakukan kegiatanku
dengan hati-hati takut bibi terbangun.
Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi
yang menutupi kemaluannya mulai
terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai
terangsang juga. Dari mulutnya
terdengar suara mendesis perlahan dan
badannya menggeliat-geliat perlahan-
lahan.
Aku makin tersangsang melihat
pemandangan itu.Cepat-cepat kubuka
semua baju dan CD-ku, sehingga
sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku
yang 19 cm itu telah berdiri kencang
menganguk-angguk mencari mangsa. Dan
aku membelai-belai buah dadanya, dia
masih tetap tertidur saja. Aku tahu
bahwa puting dan klitoris bibiku tempat
paling suka dicumbui, aku tahu hal
tersebut dari film-film bibiku.
Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di
daerah vaginanya. Kemudian perlahan-
lahan aku menggunting CD mini bibi
dengan gunting yang terdapat di sisi
tempat tidur bibi.Sekarang kemaluan
bibi terpampang dengan jelas tanpa ada
penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki
bibi kutarik melebar, sehingga kedua
pahanya terpentang. Dengan hati-hati
aku naik ke atas tempat tidur dan
bercongkok di atas bibi.
Kedua lututku melebar di samping
pinggul bibi dan kuatur sedemikian rupa
supaya tidak menyentuh pinggul bibi.
Tangan kananku menekan pada kasur
tempat tidur, tepat di samping tangan
bibi, sehingga sekarang aku berada
dalam posisi setengah merangkak di atas
bibi.Tangan kiriku memegang batang
penisku. Perlahan-lahan kepala penisku
kuletakkan pada belahan bibir kemaluan
bibi yang telah basah itu. Kepala penisku
yang besar itu kugosok-gosok dengan
hati-hati pada bibir kemaluan bibi.
Terdengar suara erangan perlahan dari
mulut bibi dan badannya agak
mengeliat, tapi matanya tetap tertutup.
Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala
kemaluanku membelah bibir kemaluan
bibi.Sekarang kepala kemaluanku
terjepit di antara bibir kemaluan bibi.
Dari mulut bibi tetap terdengar suara
mendesis perlahan, akan tetapi
badannya kelihatan mulai gelisah. Aku
tidak mau mengambil resiko, sebelum
bibi sadar, aku sudah harus menaklukan
kemaluan bibi dengan menempatkan
posisi penisku di dalam lubang vagina
bibi. Sebab itu segera kupastikan letak
penisku agar tegak lurus pada kemaluan
bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang
terus membimbing penisku, kutekan
perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke
bawah, sehingga kepala penisku mulai
menerobos ke dalam lubang kemaluan
bibi.Kelihatan sejenak kedua paha bibi
bergerak melebar, seakan-akan
menampung desakan penisku ke dalam
lubang kemaluanku.
Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat
dan kedua matanya mendadak terbuka,
terbelalak bingung, memandangku yang
sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya
terbuka seakan-akan siap untuk
berteriak. Dengan cepat tangan kiriku
yang sedang memegang penisku
kulepaskan dan buru-buru kudekap
mulut bibi agar jangan berteriak. Karena
gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat
badanku tidak dapat kujaga lagi,
akibatnya seluruh berat pantatku
langsung menekan ke bawah, sehingga
tidak dapat dicegah lagi penisku
menerobos masuk ke dalam lubang
kemaluan bibi dengan cepat.
Badan bibi tersentak ke atas dan kedua
pahanya mencoba untuk dirapatkan,
sedangkan kedua tangannya otomatis
mendorong ke atas, menolak dadaku.
Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi
tertahan oleh bekapan tangan
kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm..
hhmm..!” desahnya tidak jelas.Kemudian
badannya mengeliat-geliat dengan hebat,
kelihatan bibi sangat kaget dan mungkin
juga kesakitan akibat penisku yang besar
menerobos masuk ke dalam kemaluannya
dengan tiba-tiba.
Meskipun bibi merontak-rontak, akan
tetapi bagian pinggulnya tidak dapat
bergeser karena tertekan oleh pinggulku
dengan rapat. Karena gerakan-gerakan
bibi dengan kedua kaki bibi yang
meronta-ronta itu, penisku yang telah
terbenam di dalam vagina bibi terasa
dipelintir-pelintir dan seakan-akan
dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina
bibi.
Hal ini menimbulkan kenikmatan yang
sukar dilukiskan.Karena sudah kepalang
tanggung, maka tangan kananku yang
tadinya bertumpu pada tempat tidur
kulepaskan. Sekarang seluruh badanku
menekan dengan rapat ke atas badan
bibi, kepalaku kuletakkan di samping
kepala bibi sambil berbisik kekuping
bibi.”Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii..,
sshheett.., shhett..!” bisikku.
Bibi masih mencoba melepaskan diri,
tapi tidak kuasa karena badannya yang
mungil itu teperangkap di bawah
tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut
bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan
pinggulku secara perlahan-lahan mulai
kugerakkan naik turun dengan
teratur.Perlahan-lahan badan bibi yang
tadinya tegang mulai
melemah.Kubisikan lagi ke kuping bibi,
“Bii.., tanganku akan kulepaskan dari
mulut bibi, asal bibi janji jangan
berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku
kulepaskan dari mulut bibi.Kemudian
Bibi berkata, “Riic.., apa yang kau
perbuat ini..? Kamu telah memperkosa
Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab
apa-apa, hanya gerakan pinggulku makin
kupercepat dan tanganku mulai memijit-
mijit buah dada bibi, terutama pada
bagian putingnya yang sudah sangat
mengeras.
Rupanya meskipun wajah bibi masih
menunjukkan perasaan marah, akan
tetapi reaksi badannya tidak dapat
menyembunyikan perasaannya yang
sudah mulai terangsang itu. Melihat
keadaan bibi ini, tempo permainanku
kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut
bibi terdengar suara, “Oohh.., oohh..,
sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc..,
Riicc..!”Dengan masih melanjutkan
gerakan pinggulku, perlahan-lahan
kedua tanganku bertumpu pada tempat
tidur, sehingga aku sekarang dalam
posisi setengah bangun, seperti orang
yang sedang melakukan push-up.Dalam
posisi ini, penisku menghujam kemaluan
bibi dengan bebas, melakukan serangan-
serangan langsung ke dalam lubang
kemaluan bibi.
Kepalaku tepat berada di atas kepala
bibi yang tergolek di atas kasur. Kedua
mataku menatap ke bawah ke dalam
mata bibi yang sedang meram melek
dengan sayu. Dari mulutnya tetap
terdengar suara mendesis-desis. Selang
sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi
telah dapat kutaklukan, aku berhenti
dengan kegiatanku. Setelah mencabut
penisku dari dalam kemaluan bibi, aku
berbaring setengah tidur di samping
bibi. Sebelah tanganku mengelus-elus
buah dada bibi terutama pada bagian
putingnya.
“Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini
kepada bibimu..!” katanya.Sebelum
menjawab aku menarik badan bibi
menghadapku dan memeluk badan
mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket
ketat ke badan. Bibirku mencari bibinya,
dan dengan gemas kulumat habis.
Woowww..! Sekarang bibi menyambut
ciumanku dan lidahnya ikut aktif
menyambut lidahku yang menari-nari di
mulutnya.
Selang sejenak kuhentikan ciumanku
itu.Sambil memandang langsung ke
dalam kedua matanya dengan mesra, aku
berkata, “Bii.. sebenarnya aku sangat
sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat
cantik lagi ayu..!”Sambil berkata itu
kucium lagi bibirnya selintas dan
melanjutkan perkataanku, “Setiaap kali
melihat Bibi bermesrahan dengan
Paman, aku kok merasa sangat cemburu,
seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi
Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini
kulakukan karena tidak bisa menahan
diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.
“Selesai berkata itu aku menciumnya
dengan mesra dan dengan tidak tergesa-
gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang,
seakan-akan ingin menghirup napasnya
dan belahan jiwanya masuk ke dalam
diriku. Ini kulakukan dengan perasaan
cinta kasih yang setulus-tulusnya.
Rupanya bibi dapat juga merasakan
perasaan sayangku padanya, sehingga
pelukan dan ciumanku itu dibalasnya
dengan tidak kalah mesra juga.Beberapa
lama kemudian aku menghentikan
ciumanku dan aku pun berbaring
telentang di samping bibi, sehingga bibi
dapat melihat keseluruhan badanku yang
telanjang itu.”Iih.., gede banget barang
kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi
merasa sangat penuh dalam badan Bibi.”
katanya, mungkin punyaku lebih besar
dari punya paman.
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan
mulai menciumnya. Ciumanku mulai
dari mulutnya turun ke leher dan terus
kedua buah dadanya yang tidak terlalu
besar tapi padat itu. Pada bagian ini
mulutku melumat-lumat dan menghisap-
hisap kedua buah dadanya, terutama
pada kedua ujung putingnya berganti-
ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku
sedang berlangsung, badan bibi
menggeliat-geliat kenikmatan. Dari
mulutnya terdengar suara mendesis-
desis tidak hentinya. Aksiku kuteruskan
ke bawah, turun ke perutnya yang
ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi
belum pernah melahirkan. Bermain-
main sebentar disini kemudian turun
makin ke bawah, menuju sasaran utama
yang terletak pada lembah di antara
kedua paha yang putih mulus itu.Pada
bagian kemaluan bibi, mulutku dengan
cepat menempel ketat pada kedua bibir
kemaluannya dan lidahku bermain-main
ke dalam lubang vaginanya.
Mencari-cari dan akhirnya menyapu
serta menjilat gundukan daging kecil
pada bagian atas lubang kemaluannya.
Segera terasa badan bibi bergetar
dengan hebat dan kedua tangannya
mencengkeram kepadaku, menekan ke
bawah disertai kedua pahanya yang
menegang dengan kuat.Keluhan panjang
keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic..,
oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sambil masih
terus dengan kegiatanku itu, perlahan-
lahan kutempatkan posisi badan
sehingga bagian pinggulku berada sejajar
dengan kepala bibi dan dengan setengah
berjongkok.
Posisi batang kemaluanku persis berada
di depan kepala bibi. Rupanya bibi
maklum akan keinginanku itu, karena
terasa batang kemaluanku dipegang oleh
tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini
terasa kepala penis menerobos masuk di
antara daging empuk yang hangat. Ketika
ujung lidah bibi mulai bermain-main di
seputar kepala penisku, suatu perasaan
nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah
terus naik ke seluru badanku, sehingga
dengan tidak terasa keluar erangan
kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi
69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-
mengisap, jilat-menjilat seakan-akan
berlomba-lomba ingin memberikan
kepuasan pada satu sama lain.
Beberapa saat kemudian aku
menghentikan kegiatanku dan berbaring
telentang di samping bibi. Kemudian
sambil telentang aku menarik bibi ke
atasku, sehingga sekarang bibi tidur
tertelungkup di atasku. Badan bibi
dengan pelan kudorong agak ke bawah
dan kedua paha bibi kupentangkan.
Kedua lututku dan pantatku agak
kunaikkan ke atas, sehingga dengan
terasa penisku yang panjang dan masih
sangat tegang itu langsung terjepit di
antara kedua bibir kemaluan
bibi.Dengan suatu tekanan oleh tanganku
pada pantat bibi dan sentakan ke atas
pantatku, maka penisku langsung
menerobos masuk ke dalam lubang
kemaluan bibi. Amblas semua batangku.
“Aahh..!” terdengar keluhan panjang
kenikmatan keluar dari mulut bibi.Aku
segera menggoyang pinggulku dengan
cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah
mau klimaks. Bibi tambah semangat juga
ikut mengimbangi dengan menggoyang
pantatnya dan menggeliat-geliat di
atasku. Kulihat wajahnya yang cantik,
matanya setengah terpejam dan
rambutnya yang panjang tergerai, sedang
kedua buah dadanya yang kecil padat itu
bergoyang-goyang di atasku.Ketika
kulihat pada cermin besar di lemari,
kelihatan pinggul bibi yang sedang
berayun-ayun di atasku.
Batang penisku yang besar sebentar
terlihat sebentar hilang ketika bibi
bergerak naik turun di atasku. Hal ini
membuatku jadi makin terangsang. Tiba-
tiba sesuatu mendesak dari dalam
penisku mencari jalan keluar, hal ini
menimbulkan suatu perasaan nikmat
pada seluruh badanku.
Kemudian air maniku tanpa dapat
ditahan menyemprot dengan keras ke
dalam lubang vagina bibi, yang pada saat
bersamaan pula terasa berdenyut-denyut
dengan kencangnya disertai badannya
yang berada di atasku bergetar dengan
hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua
tangannya mendekap badanku dengan
keras.
Pada saat bersamaan kami berdua
mengalami orgasme dengan dasyat.
Akhirnya bibi tertelungkup di atas
badanku dengan lemas sambil dari
mulut bibi terlihat senyuman
puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah
memberikan Bibi kepuasan
sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian
kami bersama-sama ke kamar mandi dan
saling membersihkan diri satu sama lain.
Sementara mandi, kami berpelukan dan
berciuman disertai kedua tangan kami
yang saling mengelus-elus dan memijit-
mijit satu sama lain, sehingga dengan
cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan
setengah membopong badan bibi yang
mungil itu dan kedua tangan bibi
menggelantung pada leherku, kedua kaki
bibi kuangkat ke atas melingkar pada
pinggangku dan dengan menempatkan
satu tangan pada pantat bibi dan
menekan, penisku yang sudah tegang lagi
menerobos ke dalam lubang kemaluan
bibi.
“Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar
rintihan bibi sementara aku
menggerakan-gerakan pantatku maju-
mundur sambil menekan ke atas.Dalam
posisi ini, dimana berat badan bibi
sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya
yang sedang terganjel oleh penisku, maka
dengan cepat bibi mencapai
klimaks.”Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa..
maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan
keluhan panjang disertai badannya yang
mengejang,
bibi mencapai orgasme, dan selang
sejenak terkulai lemas dalam
gendonganku.Dengan penisku masih
berada di dalam lubang kemaluan bibi,
aku terus membopongnya. Aku membawa
bibi ke tempat tidur. Dalam keadaan
tubuh yang masih basah kugenjot bibi
yang telah lemas dengan sangat
bernafsu, sampai aku orgasme sambil
menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk
badan bibi erat-erat sambil merasakan
airmaniku menyemprot-nyemprot,
tumpah dengan deras ke dalam lubang
kemaluan bibi, mengisi segenap relung-
relung di dalamnya.

klik disini
foto memek terbesar,bibi hot,Fotongentottante,foto dan kisah ngentot memek tante,foto ngentot bibi,bibi bahenol,Tante sedang ngentot,cerita ngentot tante girang,foto tante sedang ngentot,Photo memek gendut
Cerita Dewasa Ngentot sama Tante Girang, Ngebor Banget | Tante Rose | 4.5